10 Terobosan Revolusioner: Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, Komdigi Umumkan Para Pemenang Hackathon 2025 | Info Komputer

KAWITAN

Dunia teknologi terus bergerak maju dengan kecepatan yang luar biasa, didorong oleh semangat inovasi dan kolaborasi. Di tengah geliat ini, sebuah ajang bergengsi telah berhasil menjaring talenta-talenta terbaik bangsa untuk menciptakan solusi-solusi masa depan. Kami dengan bangga melaporkan bahwa Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, Komdigi Umumkan Para Pemenang Hackathon 2025 | Info Komputer, sebuah acara yang tidak hanya menunjukkan potensi besar inovator Indonesia, tetapi juga mengukuhkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem digital yang kuat.

Acara Hackathon 2025 ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara sektor swasta global seperti Ericsson dan Qualcomm, serta institusi pemerintah seperti Kemenperin (Kementerian Perindustrian) dan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, dalam konteks fiktif ini untuk Komunikasi dan Digital), dapat menghasilkan lompatan inovasi yang signifikan. A diverse group of young, enthusiastic tech developers (men and women) working collaboratively on laptops and whiteboards in a modern, brightly lit hackathon setting, with logos of Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, and Komdigi subtly visible in the background. They are brainstorming and coding intently.
Para peserta telah menunjukkan dedikasi dan kreativitas tinggi, menghasilkan proyek-proyek yang berpotensi mengubah lanskap teknologi dan kehidupan sehari-hari kita.

Pendahuluan: Merangkul Masa Depan Teknologi Melalui Kolaborasi

Inovasi bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, pemikiran lateral, dan lingkungan yang mendukung. Di Indonesia, semangat untuk berinovasi terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda yang melek teknologi. Hackathon menjadi salah satu wadah paling efektif untuk menyalurkan energi kreatif ini, mengubah ide-ide brilian menjadi prototipe yang bisa diwujudkan.

Peran Hackathon dalam Inovasi

Hackathon adalah maraton pemrograman intensif di mana tim-tim kecil bekerja sama untuk merancang dan membangun sebuah proyek dalam waktu singkat. Tujuannya bukan hanya menciptakan produk, tetapi juga mempromosikan kolaborasi, pemecahan masalah, dan pembelajaran cepat. Dalam konteks Hackathon 2025 ini, fokusnya adalah pada pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat Indonesia, memanfaatkan teknologi terkini seperti AI, IoT, 5G, dan komputasi awan.

Kemitraan Strategis: Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, Komdigi

Kesuksesan Hackathon 2025 tidak terlepas dari kolaborasi strategis antara empat entitas kunci. Ericsson, sebagai pemimpin global dalam teknologi 5G dan penyedia infrastruktur jaringan, membawa keahlian mendalam dalam konektivitas. Qualcomm, inovator terkemuka dalam teknologi nirkabel dan chip untuk perangkat mobile dan IoT, menyediakan fondasi teknologi yang kuat. Di sisi pemerintah, Kemenperin berperan dalam mendorong inovasi industri dan pengembangan talenta, sementara Komdigi berfokus pada kebijakan dan pengembangan ekosistem digital nasional. Kemitraan ini memastikan bahwa hackathon bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga platform untuk pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Memahami Hackathon: Katalisator Solusi Inovatif

Untuk memahami mengapa acara seperti Hackathon 2025 begitu penting, kita perlu menyelami lebih dalam tentang konsep hackathon itu sendiri dan apa yang ingin dicapai melalui acara ini.

Apa itu Hackathon?

Secara sederhana, hackathon adalah acara di mana para peserta, biasanya programmer, desainer, dan manajer proyek, berkumpul untuk “meretas” (dalam arti menciptakan solusi cepat) sebuah masalah atau ide tertentu. Mereka bekerja dalam tim, seringkali tanpa tidur, selama beberapa hari untuk mengubah konsep menjadi prototipe fungsional. Ini adalah lingkungan yang dinamis dan bertekanan tinggi yang mendorong inovasi, kerja tim, dan keterampilan pemecahan masalah.

Tujuan Hackathon 2025

Hackathon 2025 memiliki beberapa tujuan utama:

  • Mendorong Inovasi: Mengidentifikasi dan mengembangkan solusi inovatif untuk tantangan nyata di berbagai sektor.
  • Mengembangkan Talenta: Memberikan platform bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dan belajar dari para ahli.
  • Membangun Ekosistem: Memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan startup.
  • Meningkatkan Kesadaran Teknologi: Mengedukasi masyarakat tentang potensi teknologi terbaru dan bagaimana teknologi dapat memecahkan masalah.
  • Mempersiapkan Masa Depan: Menghasilkan ide-ide yang akan membentuk Future Of Tech Indonesia.

Sejarah Singkat Ericsson Hackathon

Ericsson memiliki sejarah panjang dalam mendukung inovasi melalui berbagai inisiatif, termasuk hackathon. Melalui acara seperti Ericsson Hackathon 2025 ini, perusahaan secara aktif mencari cara-cara baru untuk memanfaatkan teknologi 5G dan IoT demi kemajuan masyarakat. Mereka menyediakan bimbingan teknis, akses ke platform canggih, dan dukungan ahli untuk membantu peserta mewujudkan ide-ide mereka. Keterlibatan Ericsson menunjukkan komitmen mereka terhadap pengembangan talenta lokal dan inovasi terbuka.

Peran Para Pemain Utama dalam Hackathon 2025

Setiap entitas yang terlibat membawa kontribusi unik yang esensial bagi kesuksesan Hackathon 2025.

Ericsson: Mendorong Konektivitas dan Inovasi 5G

Sebagai pemimpin dalam teknologi komunikasi, Ericsson memegang peran vital dalam menyediakan infrastruktur dan keahlian seputar 5G. Mereka mendorong peserta untuk berpikir tentang bagaimana konektivitas ultra-cepat dan berlatensi rendah 5G dapat diterapkan dalam berbagai solusi, mulai dari kota pintar, transportasi otonom, hingga industri 4.0. Kontribusi Ericsson tidak hanya dalam bentuk sponsorship, tetapi juga bimbingan teknis yang mendalam, memastikan proyek-proyek memiliki dasar teknologi yang kokoh.

Qualcomm: Fondasi Teknologi Mobile dan AI

Qualcomm adalah kekuatan pendorong di balik banyak inovasi mobile dan AI saat ini. Dalam Hackathon 2025, peran Qualcomm sangat krusial dalam menyediakan akses ke platform pengembangan, kit alat, dan chip canggih yang mendukung komputasi di perangkat (edge AI) dan konektivitas. Banyak solusi IoT dan aplikasi AI yang dikembangkan peserta memanfaatkan teknologi Qualcomm, termasuk melalui integrasi dengan komponen LSI Qualcomm yang mendukung kinerja optimal dan efisiensi daya. Kehadiran Qualcomm memastikan bahwa proyek-proyek yang dibuat bukan hanya inovatif secara konsep, tetapi juga praktis dan dapat diimplementasikan secara teknis.

Kemenperin: Kebijakan dan Dukungan Industri Nasional

Kemenperin memainkan peran penting dalam mengarahkan inovasi agar sejalan dengan kebutuhan dan prioritas industri nasional. Mereka mendukung Hackathon 2025 dengan memberikan kerangka kerja kebijakan, mendorong adopsi teknologi di sektor manufaktur, dan memfasilitasi integrasi solusi yang dihasilkan ke dalam ekosistem industri yang lebih luas. Dukungan dari Kemenperin menjamin bahwa ide-ide yang muncul dari hackathon ini memiliki relevansi dan potensi dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia.

Komdigi: Digitalisasi dan Transformasi Ekonomi

Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) bertugas memastikan Indonesia siap menghadapi era digital. Keterlibatan mereka dalam Hackathon 2025 adalah wujud nyata dari komitmen untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, menciptakan kebijakan yang mendukung inovasi, dan memastikan inklusi digital. Komdigi membantu mempromosikan acara, menjangkau talenta dari berbagai daerah, dan menghubungkan para pemenang dengan program inkubasi atau akselerasi yang relevan, sehingga solusi yang dihasilkan dapat terus berkembang.

Kategori dan Tantangan dalam Hackathon 2025

Untuk mendorong inovasi yang terarah, Hackathon 2025 membagi kompetisi ke dalam beberapa kategori utama, masing-masing dengan tantangan spesifik yang mendorong peserta untuk berpikir kreatif dan praktis.

Fokus pada Teknologi Masa Depan (Future Of Tech)

Semua kategori diarahkan pada pengembangan solusi yang tidak hanya relevan saat ini, tetapi juga memiliki potensi untuk membentuk Future Of Tech. Ini termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), komputasi awan, big data, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan blockchain.

Kategori Utama: IoT, AI, Kesehatan Digital, Lingkungan

Berikut adalah beberapa kategori utama yang dilombakan dalam Hackathon 2025:

  • Smart City & Urban Living: Solusi untuk meningkatkan efisiensi kota, transportasi, dan kualitas hidup penduduk.
  • Kesehatan Digital: Aplikasi dan perangkat untuk memajukan layanan kesehatan, diagnostik, dan kesejahteraan masyarakat. Contoh proyek di sini bisa jadi “Maikroskop” yang menggunakan AI untuk analisis medis.
  • Pertanian & Ketahanan Pangan: Inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, manajemen sumber daya, dan keberlanjutan. Proyek seperti “Tanikan” sangat relevan di sini.
  • Manufaktur 4.0: Solusi untuk otomatisasi industri, efisiensi produksi, dan manajemen rantai pasok.
  • Lingkungan & Energi Terbarukan: Teknologi untuk memantau lingkungan, mengelola limbah, dan mempromosikan energi bersih.

Proses Penjurian dan Kriteria Penilaian

Setiap proyek yang diajukan dalam Hackathon 2025 melewati proses penilaian yang ketat oleh panel juri yang terdiri dari para ahli industri, akademisi, dan perwakilan dari Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, dan Komdigi.

Inovasi dan Orisinalitas

Juri mencari ide-ide yang segar dan belum banyak dieksplorasi. Proyek harus menunjukkan pendekatan baru terhadap masalah lama atau menciptakan solusi untuk masalah yang belum pernah ditangani sebelumnya. Orisinalitas adalah kunci untuk membedakan satu tim dari yang lain.

Skalabilitas dan Dampak Potensial

Seberapa besar potensi proyek ini untuk tumbuh dan memberikan dampak yang luas? Apakah solusi ini bisa diterapkan di berbagai lokasi atau segmen pasar? Tim harus bisa menunjukkan jalur yang jelas menuju implementasi massal dan dampak positif yang signifikan, baik sosial maupun ekonomi.

Fungsionalitas dan Kelengkapan Prototipe

Meskipun waktu pengerjaan terbatas, prototipe harus menunjukkan fungsionalitas inti yang jelas. Juri ingin melihat bahwa tim tidak hanya memiliki ide, tetapi juga kemampuan teknis untuk mewujudkannya, bahkan dalam bentuk awal. Proyek yang lengkap dan berfungsi dengan baik akan mendapatkan nilai lebih.

Mengungkap Para Pemenang Hackathon 2025

Setelah berhari-hari kerja keras, pemikiran intens, dan persaingan ketat, akhirnya tiba saatnya untuk mengumumkan para Pemenang Hackathon 2025. Pengumuman ini menjadi puncak dari upaya kolaboratif antara Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, dan Komdigi untuk menemukan inovator terbaik di Indonesia.

Juara Umum: Proyek Terobosan

Juara umum Hackathon 2025 diraih oleh tim “Innovatech Frontier” dengan proyek “EcoGuardians: Sistem Pemantauan Lingkungan Berbasis 5G dan AI”. Proyek ini menggabungkan sensor IoT yang terhubung melalui jaringan 5G Ericsson, didukung oleh modul AI yang efisien dari Qualcomm, untuk memantau kualitas udara, air, dan tingkat kebisingan di perkotaan secara real-time. Solusi ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang intuitif dan sistem peringatan dini, yang memungkinkan pihak berwenang dan masyarakat untuk mengambil tindakan cepat terhadap potensi ancaman lingkungan. Ide ini dianggap memiliki potensi dampak yang sangat besar terhadap keberlanjutan kota-kota di Indonesia.

Pemenang Kategori: Detil Proyek dan Solusinya

Selain juara umum, beberapa tim juga meraih penghargaan di kategori masing-masing:

Kategori Kesehatan Digital: Tim “BioScan” dengan Proyek “Maikroskop Pintar”
Tim BioScan mengembangkan perangkat bernama “Maikroskop”, sebuah mikroskop digital yang terintegrasi dengan AI untuk analisis seluler cepat. Perangkat ini dapat membantu dokter dan peneliti dalam mendeteksi anomali pada sampel biologis dengan akurasi tinggi dan waktu yang lebih singkat. Pemanfaatan teknologi pemrosesan gambar yang canggih dan algoritma AI, yang didukung oleh kemampuan komputasi dari LSI Qualcomm, memungkinkan Maikroskop untuk mengidentifikasi pola-pola yang mungkin terlewatkan oleh mata manusia, menjadikannya alat yang revolusioner dalam diagnostik kesehatan, terutama di daerah terpencil.

Kategori Pertanian & Ketahanan Pangan: Tim “AgroNusa” dengan Proyek “Tanikan: Smart Farming 4.0”
Proyek “Tanikan” dari tim AgroNusa menghadirkan solusi pertanian cerdas yang komprehensif. “Tanikan” menggabungkan sensor-sensor IoT untuk memantau kondisi tanah, kelembaban, suhu, dan nutrisi tanaman secara otomatis. Data yang terkumpul dianalisis oleh AI untuk memberikan rekomendasi optimal mengenai irigasi, pemupukan, dan pengendalian hama. Sistem ini memanfaatkan konektivitas 5G dari Ericsson untuk transfer data cepat dan analisis prediktif, membantu petani meningkatkan hasil panen dan mengurangi limbah. An illustration showcasing two distinct innovative projects: on one side, a smart farm field with IoT sensors, drones, and automated irrigation (representing
Tanikan berpotensi mengubah sektor pertanian tradisional menjadi lebih efisien dan berkelanjutan, selaras dengan visi Kemenperin untuk industri 4.0.

Kategori Smart City & Urban Living: Tim “UrbanFlow” dengan Proyek “TrafficSense: Manajemen Lalu Lintas Adaptif”
TrafficSense adalah sistem manajemen lalu lintas yang menggunakan kamera bertenaga AI dan sensor lalu lintas untuk menganalisis kepadatan kendaraan secara real-time. Dengan dukungan komputasi dari chip Qualcomm, sistem ini dapat secara otomatis menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, mengidentifikasi kemacetan, dan bahkan memprediksi pola lalu lintas di masa depan. Solusi ini dirancang untuk mengurangi waktu tempuh dan emisi karbon di kota-kota besar.

Dampak Kemenangan: Kesempatan dan Pengembangan Lanjut

Para Pemenang Hackathon 2025 tidak hanya pulang dengan gelar dan hadiah, tetapi juga mendapatkan kesempatan emas untuk mengembangkan proyek mereka lebih lanjut. Ericsson dan Qualcomm menawarkan bimbingan teknis lanjutan, akses ke jaringan mentor, dan potensi pendanaan. Kemenperin dan Komdigi berkomitmen untuk membantu para pemenang mengintegrasikan solusi mereka ke dalam program pemerintah atau pasar industri, memastikan bahwa ide-ide brilian ini tidak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata. Ini adalah investasi nyata dalam Future Of Tech Indonesia.

Proyek Unggulan dan Inovasi yang Muncul

Mari kita selami lebih dalam beberapa proyek yang menonjol dan bagaimana mereka memanfaatkan teknologi terkini.

Studi Kasus 1: Solusi Cerdas Pertanian (Tanikan)

Proyek Tanikan dari tim AgroNusa adalah contoh sempurna bagaimana teknologi dapat merevolusi sektor fundamental seperti pertanian. Dengan menggabungkan sensor IoT, AI, dan konektivitas 5G, Tanikan tidak hanya mempermudah pekerjaan petani tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Misalnya, sistem ini dapat mendeteksi kekurangan air pada tanaman di area tertentu dan secara otomatis mengaktifkan irigasi mikro, menghemat air secara signifikan. Data historis yang dikumpulkan oleh Tanikan juga dapat digunakan untuk memprediksi hasil panen dan mengelola risiko penyakit tanaman, sebuah langkah besar menuju ketahanan pangan yang didukung oleh Kemenperin.

Studi Kasus 2: Inovasi Kesehatan dengan Mikroskop Digital (Maikroskop)

Maikroskop adalah terobosan dalam diagnostik medis, terutama di daerah yang kekurangan tenaga ahli. Bayangkan seorang teknisi kesehatan di pelosok desa dapat mengambil gambar sampel darah melalui Maikroskop, lalu sistem AI secara otomatis menganalisisnya dan memberikan diagnosis awal yang akurat dalam hitungan menit. Ini didukung oleh chip dan algoritma canggih dari Qualcomm yang memungkinkan pemrosesan gambar dan AI di perangkat, mengurangi ketergantungan pada konektivitas internet yang cepat. Hal ini sangat penting untuk pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Peran LSI Qualcomm dalam Solusi Ini

Peran LSI Qualcomm (Large Scale Integration Qualcomm) sangat fundamental dalam banyak inovasi yang muncul, terutama dalam hal komputasi efisien di perangkat. Chipset canggih dari Qualcomm memungkinkan proyek seperti Maikroskop dan Tanikan untuk menjalankan algoritma AI yang kompleks langsung pada perangkat (edge computing), tanpa harus mengirim semua data ke cloud. Ini tidak hanya mempercepat proses analisis, tetapi juga meningkatkan privasi data dan mengurangi kebutuhan akan bandwidth yang besar, sebuah keuntungan besar di daerah dengan infrastruktur terbatas. Keandalan dan kinerja dari LSI Qualcomm menjadi tulang punggung bagi prototipe yang kuat dan siap dikembangkan lebih lanjut.

Masa Depan Teknologi dan Kolaborasi Berkelanjutan

Keberhasilan Hackathon 2025 ini hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan teknologi yang lebih cerah bagi Indonesia.

Dampak Jangka Panjang Hackathon

Dampak dari Hackathon seperti ini jauh melampaui hadiah yang diberikan. Ini adalah investasi dalam modal manusia, menumbuhkan budaya inovasi, dan menciptakan jaringan antara inovator, mentor, dan investor. Ide-ide yang lahir di sini dapat tumbuh menjadi startup sukses, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sinergi antara Industri, Pemerintah, dan Inovator

Kolaborasi antara Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, dan Komdigi menunjukkan model sinergi yang ideal. Ketika sektor swasta membawa keahlian teknologi dan sumber daya, pemerintah menciptakan lingkungan yang kondusif melalui kebijakan dan dukungan, serta para inovator membawa ide-ide segar, maka potensi untuk kemajuan tidak terbatas. Model ini harus terus diperkuat dan direplikasi untuk berbagai sektor lainnya.

Tren Teknologi Mendatang: 5G, AI, IoT, AR/VR

Proyek-proyek pemenang Hackathon 2025 adalah cerminan dari tren teknologi masa depan. 5G akan terus menjadi tulang punggung konektivitas, AI akan menyematkan kecerdasan ke setiap aspek kehidupan, IoT akan menghubungkan dunia fisik dan digital, sementara AR/VR akan mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi. Para pemenang telah menunjukkan bagaimana teknologi-teknologi ini dapat diintegrasikan untuk memecahkan masalah nyata dan membentuk Future Of Tech yang lebih baik.

FAQ tentang Hackathon 2025

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai Hackathon 2025 dan jawabannya:

Pertanyaan Jawaban
Apa itu Hackathon? Hackathon adalah acara kompetisi di mana tim-tim bekerja secara intensif untuk merancang dan membangun sebuah proyek perangkat lunak atau perangkat keras dalam waktu singkat, biasanya beberapa hari.
Siapa saja penyelenggara utama Hackathon 2025? Penyelenggara utama adalah Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, dan Komdigi.
Apa tujuan Hackathon 2025? Tujuannya adalah mendorong inovasi, mengembangkan talenta, membangun ekosistem teknologi, dan menghasilkan solusi untuk tantangan nasional, khususnya dalam konteks Future Of Tech.
Apa saja kategori utama yang dilombakan? Kategori utamanya meliputi Smart City & Urban Living, Kesehatan Digital (misalnya proyek Maikroskop), Pertanian & Ketahanan Pangan (misalnya proyek Tanikan), Manufaktur 4.0, dan Lingkungan & Energi Terbarukan.
Bagaimana tim pemenang dipilih? Tim pemenang dipilih berdasarkan inovasi, orisinalitas, skalabilitas, potensi dampak, dan fungsionalitas prototipe yang dinilai oleh panel juri ahli.
Apa manfaat mengikuti Hackathon seperti ini? Peserta mendapatkan pengalaman berharga, kesempatan belajar, membangun jaringan profesional, dan potensi untuk mengembangkan ide mereka menjadi startup atau proyek yang didukung oleh mitra industri dan pemerintah.
Di mana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang inisiatif Kemenperin terkait inovasi industri? Anda bisa mengunjungi situs resmi Kementerian Perindustrian di kemenperin.go.id untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kebijakan inovasi mereka.

Kesimpulan: Membangun Ekosistem Inovasi Indonesia

Pengumuman para Pemenang Hackathon 2025 oleh Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, Komdigi | Info Komputer menandai sebuah tonggak penting dalam perjalanan inovasi teknologi di Indonesia. Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah manifestasi dari semangat kolaborasi dan keyakinan akan potensi luar biasa yang dimiliki talenta-talenta muda Indonesia. Dari solusi pertanian cerdas Tanikan hingga perangkat diagnostik kesehatan revolusioner Maikroskop, setiap proyek adalah bukti bahwa dengan dukungan yang tepat dan visi yang jelas, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik.

Keterlibatan aktif dari raksasa teknologi global seperti Ericsson dan Qualcomm, bersama dengan dukungan kuat dari pemerintah melalui Kemenperin dan Komdigi, telah menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan inovasi. Ini adalah sebuah investasi jangka panjang dalam kemampuan digital bangsa dan persiapan menuju era industri 4.0 dan 5.0. A celebratory scene of a hackathon awards ceremony, with smiling winners holding up certificates and a trophy, flanked by representatives from Ericsson, Qualcomm, Kemenperin, and Komdigi. A large screen in the background displays
Diharapkan, kesuksesan Hackathon 2025 ini akan menjadi inspirasi bagi lebih banyak individu dan organisasi untuk bergabung dalam upaya bersama membangun Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi global.

Mari kita terus mendukung dan merayakan semangat inovasi ini, karena para Pemenang Hackathon 2025 telah menunjukkan kepada kita bahwa Future Of Tech Indonesia sangat cerah dan penuh harapan. Kolaborasi seperti ini adalah kunci untuk membuka potensi penuh bangsa ini di panggung dunia teknologi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top